Bebas merupakan adaptasi film Korea Selatan berjudul Sunny.
Dalam versi Indonesianya, latar waktu akan berada pada era 90-an.
Sedangkan pada versi Sunny, latar waktu sekitar tahun 1987-an.
Perbedaan Bebas dengan Sunny yang lain terletak pada komposisi para pemain utama. Dalam Sunny satu geng berisi enam perempuan, dalam versi Bebas, ada satu laki-laki dan lima perempuan.
Dilansir Antara, film yang berlatar Jakarta tahun 90-an ini diberikan pihak CJ Entertainment (studio produksi Korea Selatan) kepada Mira Lesmana.
“Mereka bilang film (Bebas) ini harus menjadi film Indonesia,” katanya.
Dalam membangkitkan kembali nuansa 90-an, Mira dan tim produksi berburu tempat-tempat yang masih mempertahankan gaya-gaya lama.
“Kami
hunting lokasi, seperti di Blok M, Melawai, ada sudut-sudut menarik,
lalu kawasan Kota (Tua). Rumah-rumah juga yang kira-kira di era tahun
90-an.”
Masa produksi film ini memakan waktu sekitar satu tahun. Enam bulan di antaranya sebagai waktu latihan para pemain.
Sinopsis Film Bebas (2019)
Bebas
bercerita tentang pertemanan sejak masa sekolah. Awalnya Vina (Maizuri)
sekolah di salah satu SMA di kota kecil di Jawa Barat. Karena beberapa
hal, dia pindah sekolah menuju Ibukota Jakarta. Pada hari pertamanya,
Vina menjadi bahan lelucon teman sekolah karena logat bicaranya. Dia
juga mendapat intimidasi dari salah satu cowok di sekolah.
Untungnya
datang sekelompok gang sekolah yang menolong Vina. Anggota gang bernama
Bebas ini yaitu Kris (Sheryl Sheinafia) sang pemimpin, Jessica (Agatha
Pricilla) yang lucu dan terobsesi akan kecantikan, Gina (Zulfa Maharani)
anak terkaya di grup, Suci (Luthesha) perempuan cantik dan misterius,
serta Jojo (Baskara Mahendra) cowok satu-satunya.
Selain
menolong, gang ini juga memasukkan Vina menjadi anggotanya. Pertemanan
itu membuat Vina cukup cepat dalam beradaptasi. Sayangnya, beberapa
waktu setelah itu ada kejadian yang membuat mereka harus terpisah.
Berpuluh
tahun kemudian, Vina dewasa (Marsha Timothy) tanpa sengaja bertemu
dengan Kris dewasa (Susan Bachtiar) di rumah sakit. Kris mengidap
penyakit yang membuat hidupnya divonis tidak akan lama.
Keadaan
itu membuat Kris meminta kepada Vina untuk mengumpulkan kembali gang
masa sekolahnya. Dia ingin bertemu untuk terakhir kalinya. Perjalanan
menemukan sahabat lama, Jessica (Indy Barends), Jojo (Baim Wong), Gina
(Widi Mulia) dan Suci ini mengantar Vina kembali menyusuri kisah
lamanya.
Riri Riza bertindak sebagai sutradara, sementara Mira
Lesmana, Gina S Noer dan Kang Hyong-Chul bertindak sebagai penulis
naskah.
Sebelum menyutradarai Bebas, Riri Reza merupakan sutradara Humba Dreams (2019), Kulari ke Pantai (2018), Ada Apa Dengan Cinta 2 (2016), Athirah (2016), Solola Rimba (2013), Atambua 39 Derajat Celcius (2012), Sang Pemimpi (2009), Laskar Pelangi (2008), Takut: Faces of Fear (2008), Drupadi (2008), Tak Kau Kunanti (2007), 3 Hari untuk Selamanya (2006), Untuk Rena (2005), Gie (2004), Eliana, Eliana (2002), Petualangan Sherina (1999), dan Kuldesak (1997).
sumber
Tampilkan postingan dengan label _new film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label _new film. Tampilkan semua postingan
Sunyi, Horor Adaptasi dari Korea Tawarkan Keheningan yang Membunuh
Film adaptasi dari negeri Ginseng, Korea Selatan sepertinya akan
menjadi tren baru bagi film-film Indonesia. Pada tahun 1998, film
berjudul Whispering Corridors sukses menghantui penonton dan penggemar horor.
Kali ini, sineas Indonesia mencoba mengadaptasi film ini. Awi Suryadi yang selama ini dikenal sebagai sutradara dan kreasi Danur Universe dipercaya menggarap film berjudul Sunyi.
Seperti apa jalan cerita film horor terbaru Indonesia ini? Berikut sinopsisnya.
Film adaptasi dari negeri Ginseng, Kore
Persekusi memang tidak mengenal waktu. Persekusi bisa terjadi kapan pun dan di mana pun. Salah satunya di sekolah unggulan yang jadi impian semua siswa dan siswi. Alex (Angga Aldi) adalah salah satu siswa yang merasakan persekusi itu.
Budaya senioritas yang tinggi adalah salah satu contohnya. Hampir setiap hari, sejak pertama kali masuk dalam orientasi siswa, Alex sudah dirundung masalah oleh senior-seniornya.
Puncaknya adalah ketika para senior sekolah melihat satu kalung yang selalu dibawa Alex ke sekolah. Menurut para seniornya di sekolah, kalung tersebut merupakan kalung ajaib. Bisa memanggil arwah.
Karena terus dipersekusi, Alex kemudian menuruti permintaan seniornya. Ritual pemanggilan arwah pun dilakukan. Namun, sejak saat itu, malapetakan terus berdatangan di sekolah. Satu per satu beberapa siswa dan siswi meninggal secara tragis.
Alex dituduh sebagai penyebabnya. Sadar, maut segera datang, para siswa dan siswi yang tersisa mencoba mencari cara untuk menyelamatkan diri mereka. Berbagai cara di lakukan. Benarkah ini kutukan dari kalung milik Alex?
Lalu, siapa Maggie (Amanda Rawles), teman satu kelas Alex yang juga sering dipersekusi?
Trailer film ini cukup meyakinkan. Persis seperti gaya Awi Suryadi menggarap beberapa film horor sebelumnya. Scoring musik pun dibiarkan senyap kemudian menghentak.
Tayang mulai tanggal 11 April 2019, tiket nonton film Sunyi sudah bisa kamu pesan di situs atau aplikasi BookMyShow yang tersedia gratis bagi pengguna Android dan iOS.
sumber
Kali ini, sineas Indonesia mencoba mengadaptasi film ini. Awi Suryadi yang selama ini dikenal sebagai sutradara dan kreasi Danur Universe dipercaya menggarap film berjudul Sunyi.
Seperti apa jalan cerita film horor terbaru Indonesia ini? Berikut sinopsisnya.
Film adaptasi dari negeri Ginseng, Kore
Persekusi memang tidak mengenal waktu. Persekusi bisa terjadi kapan pun dan di mana pun. Salah satunya di sekolah unggulan yang jadi impian semua siswa dan siswi. Alex (Angga Aldi) adalah salah satu siswa yang merasakan persekusi itu.
Budaya senioritas yang tinggi adalah salah satu contohnya. Hampir setiap hari, sejak pertama kali masuk dalam orientasi siswa, Alex sudah dirundung masalah oleh senior-seniornya.
Puncaknya adalah ketika para senior sekolah melihat satu kalung yang selalu dibawa Alex ke sekolah. Menurut para seniornya di sekolah, kalung tersebut merupakan kalung ajaib. Bisa memanggil arwah.
Karena terus dipersekusi, Alex kemudian menuruti permintaan seniornya. Ritual pemanggilan arwah pun dilakukan. Namun, sejak saat itu, malapetakan terus berdatangan di sekolah. Satu per satu beberapa siswa dan siswi meninggal secara tragis.
Alex dituduh sebagai penyebabnya. Sadar, maut segera datang, para siswa dan siswi yang tersisa mencoba mencari cara untuk menyelamatkan diri mereka. Berbagai cara di lakukan. Benarkah ini kutukan dari kalung milik Alex?
Lalu, siapa Maggie (Amanda Rawles), teman satu kelas Alex yang juga sering dipersekusi?
Trailer film ini cukup meyakinkan. Persis seperti gaya Awi Suryadi menggarap beberapa film horor sebelumnya. Scoring musik pun dibiarkan senyap kemudian menghentak.
Tayang mulai tanggal 11 April 2019, tiket nonton film Sunyi sudah bisa kamu pesan di situs atau aplikasi BookMyShow yang tersedia gratis bagi pengguna Android dan iOS.
sumber
Langganan:
Postingan (Atom)

